<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MTs Negeri Kumai</title>
	<atom:link href="http://mtsnkumai.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mtsnkumai.wordpress.com</link>
	<description>Jalan H.M. Taher 36 Kumai, KalimantanTengah, Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Oct 2007 03:21:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mtsnkumai.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MTs Negeri Kumai</title>
		<link>http://mtsnkumai.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mtsnkumai.wordpress.com/osd.xml" title="MTs Negeri Kumai" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mtsnkumai.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>CINTA YANG HANYASETAKAT DIBIBIR SAJA</title>
		<link>http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/10/09/cinta-yang-hanyasetakat-dibibir-saja/</link>
		<comments>http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/10/09/cinta-yang-hanyasetakat-dibibir-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 03:21:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mtsnkumai</dc:creator>
				<category><![CDATA[prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/10/09/cinta-yang-hanyasetakat-dibibir-saja/</guid>
		<description><![CDATA[Cerpen: Siti Sawliyana Sebuah percintaan remaja yang penuh realita, ada seorang gadis remaja yang berstatus calon mahasiswa, ia berasal dari sebuah desa yang amat ramai, gadis itu bernama Nia. Pada hari kelulusannya ia sangat senang karena hasil ujiannya baik.             Suatu hari ia pergi kekota metropolitan untuk meneruskan sekolahnya disana  “Aku akan pergi hari ini,” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mtsnkumai.wordpress.com&amp;blog=1423010&amp;post=7&amp;subd=mtsnkumai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerpen: Siti Sawliyana</p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">Sebuah percintaan remaja yang penuh realita, ada seorang gadis remaja yang berstatus calon mahasiswa, ia berasal dari sebuah desa yang amat ramai, gadis itu bernama Nia. Pada hari kelulusannya ia sangat senang karena hasil ujiannya baik.</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<h2><span><font face="Times New Roman"><span>          </span>Suatu hari ia pergi kekota metropolitan untuk meneruskan sekolahnya disana </font></span></h2>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Aku akan pergi hari ini,” kata Nia</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Apakah kaka lama akan meninggalkan kami ?” kata Ria adiknya </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Tentu saja akukan disana kuliah bukannya berlibur ! Sudahlan lebih baik kamu bantu aku mempersiapkan segala keperluanku, besok pagi akukan sudah berangkat”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"> <span id="more-7"></span></font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span>          </span>Keesokan paginya Nia pun berpamitan kepada Keluarga </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Aku pergi dulu ya semua ? Assalamualaikum”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Walaikum salam”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">Sesampai diteminal Bus ia langsung berangkat memulai perjalanan, sampai disana Nia langsung memasuki rumah kossannya, disana Nia banyak menemukan pengalaman baru, disiang hari banyak yang bertamu kerumahnya namun dimalam hari rumahnya penuh dengan misteri, konon kabarnya rumah kossan itu ada sebuah keluarga yang sangat bahagia namun kebahagian mereka direnggut oleh para perampok, mereka dibunuh dengan sadis keluarga itu penasaran dan terus bergentayangan.</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span>          </span>Dirumah itu Nia dan kawan-kawan pun sering melihat kejadian aneh, pada saat malam ketiga mereka mempersiapkan prosfek tepat jam 12 malam ada salah satu teman Nia yang bernama Ika menuju kedapur Ika melihat banyak air mengalir didapur namun tidak tau darimana asalnya sedangkan hari hujan pun tidak </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">`pikir Ika`, namun Ika tidak mau bilang kepada teman-temannya tentang kejadian itu, Ika malah membersihkan air-air itu sampai kering.</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">Keesokan paginya mereka pergi melaksanakan prosfek, sesampai disana mereka menerima berbagai hukuman, ada beberapa kaka tingkatnya yang suka dengan Nia, namun Nia tidak tau perlakuan kejam kaka tinkatnya itu kebalikan dari rasa suka. Hari demi hari berlalu keluarga besar Nia menantikan kedatangannya namun waktu belum mengijinkan Nia kembali setiap hari Nia harus bersikap mandiri karena jauh dari Orang tuanya. Suatu hari Nia berkenalan dengan seorang cowo yang bernama Dion perkenalan mereka berlanjut hingga akhirnya Dion menjadi pacar pertama Nia dikota metropolitan, hubungan mereka berjalan 5 bulan berakhir dengan kesedihan karena Dion hanya ingin mempermainkan cinta Nia.</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">“ Ku ingin disayangi bukan untuk dikhiyanati</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span>  </span>Ku ingin dicintai bukan diberi mimpi</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span>  </span>Ku ingin kau berikan cintamu bukan cinta yang semu “</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">Sebuah puisi yang ditulis untuk Dion namun Dion tidak menyadari itu semua Nia hanya dijadikan barang taruhan. Dion memutuskan Nia tepat dimalam jum`at hujan dan petir menghiasi malam itu Dion mengirim SMS kepada Nia yang berisikan </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">:” Aku ingin hubungan kita berakhir sampai disini, mulai saat ini nggak ada hubungan lagi diantara kita “</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">Nia menangis setelah membaca SMS dari Dion, tiba-tiba ulat putih berguguran di kasur tempat tidur Nia bau membusuk menyebar keseluruh ruangan Nia berteriak minta tolong, teman-temannya bangun</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">“ Ada apa Nia kenapa kamu teriak ? “ tanya Ika</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">“ itu<span>  </span>ada ulat-ulat putih dikasur tempat tidurku, ulat-ulat itu berguguran dari atas lorongan itu “</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">“ Kalau gitu kamu tidur sama aku aja, “ jawab Ida </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">“ Baiklah “</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">Nia langsung tidur, didalam tidurnya Nia bermimpi ada seorang gadis yang kesepian ia ingin bersahabat dengan Nia namun mereka berlainan alam, dalam mimpi Nia gadis itu menginginkan jangan ada cowo yang tidur dirumah itu karena menurutnya cowo sumber dari masalah karena ia memiliki pengalaman pahit dalam kehidupannya ia jatuh cinta pada seorang cowo, namun orang tuannya tidak menyetujui hubungan mereka ia terus – meneruskan tekadnya untuk menikah dengan cowo itu, sampai pada akhirnya ia nekad bunuh diri tetapi keinginannya itu tidak dianggap serius oleh Orang tuannya dan dia benar-benar bunuh diri, setelah gadis itu meninggal Dunia cowo yang dicintainya tidak merasa atas kehilangannya malah ia menikah dengan gadis lain, sejak itu ia sangat benci dengan setiap cowo yang memasuki rumah itu. Kejadian itu Nia saksikan dalam mimpinya seolah-olah mimpi itu nyata.</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span>          </span>Pagipun tiba, Nia bangun dari tidur Nia melihat kasur tidurnya tidak ada seekorpun ulat “Kemana perginya ulat-ulat tadi malam “</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">Ida!! “Nia memanggil Ida”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Ada apa Nia jawab Ida”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Apakah kamu yang membersihkan ulat-ulat yang ada dikasurku tadi malam ?”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Nggak jangankan membersihkannya melihatnya saja aku takut”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Terus, siapa donk membersihkannya “</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“ Ia ya siapa ? Ika kali”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Tapi Ika sudah berangkat ke kampus, masa sich secepat itu Ika membersihkan ulat sebanyak itu, nggak<span>               </span>mungkin”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Ya udah kita lupakan saja kejadian ini”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">Nia memikirkan mimpinya tadi malam, apakah benar mimpiku itu nyata, `tanya Nia dalam hati` Nia penasaran atas misteri-misteri yang terjadi dirumah kossannya itu Nia mencari tau kepada tetangga-tetangga yang berada disekitar rumahnya, ada seorang janda tua yang </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">tinggal disamping kiri rumahnya.</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Assalamu`alaikum”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Walaikum salam, masuk nak “</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Makasih nek”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Ada keperluan apa kamu kesini nak ?”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Gini nek barang kali nenek tau semua kejadian-kejadian yang menimpa keluarga yang sebelumnya tinggal<span>           </span>dirumah kossan yang kini saya tinggali”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Ya tentu saja aku tau semua itu”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;color:windowtext;"><font face="Times New Roman"><span> </span>(Keluarga itu hidupnya sangat bahagia, mereka yang membantu kehidupanku setelah suamiku meninggal dunia pak Khusnul beserta keluarga sangat baik kepada keluargaku anak gadisnya yang bernama Khasnah terjerat cinta buta kepada seorang pemuda yang kini sudah berkeluarga, pemuda itu mencintai Khasnah hanya kecantikannya semata, tetapi Khasnah menganggap pemuda itu jodohnya, sampai pada akhirnya Khasnah mengenalkan Adi kepada Orang tuannya, pak Khusnul tidak menyetujui hubungan mereka karena keluarga itu berasal dari keluarga miskin, kedua kalinya Khasnah mengundang Adi kerumahnya untuk melamarnya “Sudah ayah katakan, ayah tidak setuju hubunganmu dengannya”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">“Tapi ayah, aku mencintainya”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">“Kalau kamu minikah dengannya apakah anakmu kau beri makan cinta pikirkan masa depan anak-anakmu Khasnah”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">“Tapi ayah”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">“Tidak ada tapi-tapian ayah tetap tidak setuju atas hubunganmu dengannya”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">Pak Khusnul tetap melarang hubungan Khasnah dengan Adi, sampai pada akhirnya Khasnah meinggal dunia, sejak itu kebahagian mereka berkurang. Ibu Khusnul terus menyesali kejadian itu tapi sudah terlambat, sejak itu pak Khusnul beserta isteri meneruskan usahanya, hingga pada akhirnya kejadian na`as menimpa mereka, kekejaman para perampok itu ternyata saudara tiri pak Khusnul sendiri yang merencanakan kejadian itu, sempat ada perlawanan dari pak Khusnul namun berakhir dengan kematian. Sejak rumah mereka kosong tanpa ada penghuninya keluarga itu mati penasaran terutama arwah Khasnah, karena cintanya hanya setakat dibibir saja, pemuda yang dicintainya menikah dengan gadis lain pernikahan mereka dikaruniai dua orang anak kembar namanya Rara dan Riri, kehidupan mereka sangat bahagia usaha merekapun berjalan lancar, Adi menghidupi keluarganya dengan hasil kerja keras yang dilakukannya)</font></span><span style="font-size:14pt;color:red;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Begitulah nak kisah keluarga itu”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Oh…. Gitu ya nek, makasih ya kalau gitu aku permisi pulang, Assalamu`alaikum”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Walaikum salam”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">Diperjalanan menuju pulang Nia berfikir mengapa Khasnah hanya memperlihatkan perjalanan cintanya kepadaku apa maksud dari semua ini, `Kata hati Nia bicara`.</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">Tetapi Sabtu-Minggu putus dengan Dion Nia mendapatkan gantinya Andi, dengan Andi hanya 2 Bulan lebih mereka putus, 2 Minggu kemudian Nia jalan dengan Anton 3 Minggu sudah putus dan Nia PDKT dengan Rio selama 1 tahun lamanya mereka ga pernah jadian dalam 1 tahun itu juga Niaberpacaran dengan Ari 3 minggu, dengan Iwan 4 hari, dengan Aldi 3 bulan namun berakhir dengan putus.Nia pun menjalani hubungan dengan Jody selama 6 Bulan, Jody sangat cinta dan perhatian kepada Nia namun </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">Nia menyia-nyiakan kasih sayang Jody dengan menduakan dengan Rian, kebohongan Nia berakhir pada itu, Jody mendekati Nia</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Nia!!! Kamu harus akhiri semua pengkhianatanmu kepadaku mulai detik ini kita <u>PUTUS</u> aku yakin kamu akan merasakan apa yang kurasakan saat ini aku gak bakalan memaafkanmu sampai kapanpun KARMA pasti berlaku, aku yakin itu”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Aku menyesali semua ini namun penyesalanku sudah terlambat”, Kata Nia</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">Setiap hari seorang cowo yang selalu melewati kossan Nia </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Siapa sich tu cowo ?”kata Nia</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Ohh… itu kan teman Eko tetangga kita” jawab Ika</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Gitu yach…”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span>          </span>Sebuah senyum menyapaku</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Heyy… boleh kenalan nggak ? “</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Boleh… kamu kan teman Eko tetanggaku”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Ya… berarti kamu sering memperhatikan aku donk. Canda Michael”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span> </span>“Ichhh… GR banget sich. Jawabku singkat”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">Hari demi hari berlalu mereka menjadi sahabat rasa cintapun datang mereka jadian tepat pada malam Valentine hubungan mereka berjalan dengan lancar Nia dan Michael menjadi pasangan yang romantis setiap hari mereka berangkat kekampus bersama pulangnya pun bersama, Oh.. SO…SWEET…</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">Waktu terus berlalu selama 7 bulan mereka menjalani hubungan cinta bersama cowo yang paling lama yang pernah jadi kekasihnya Nia, Nia mencinta Michael dengan sepenuh hatinya, bertepatan dengan tanggal mereka jadian beberapa bulan kemudian adalah ulang tahun Nia yang ke-20 hari itu hari yang terindah dalam hidupnya, beberapa bulan setelah hari ulang tahun Nia hubungan Nia dan Michael mulai renggang Michael menghindari Nia tanpa sebab, Nia merasa terpukul atas sikap Michael terhadapnya namun Nia terus berusaha menghubungi Michael namun<span>  </span>tidak ada artinya, ternyata Michael manjauhi Nia karena suatu alasan Michael sudah terikat janji dengan seorang gadis dikampung halamannya, gadis itu kembar padahal Michael dijodohkan dengan kembaran Ririn yang bernama Rini, Rini sudah meninggal dunia 3 tahun yang lalu, namun perjodohan itu tetap berlanjut digantikan Riri, Michael tidak tau ternyata dirinya masih terikat janji kepada keluarga Ririn, perjodohan itu berlanjut karena paksaan dari keluarga Michael ketika menjalin cinta dengan Nia. Terakhir Michael berpamitan kepada Nia disebuah tempat yang suasananya romantis namun suasana itu terlarut dalam kesedihan, Michael memberikan tangannya kepada Nia dan Nia mencium tangannya (Tak terasa air mataku bercucuran hingga aku terlarut dalam kesedihan dan tak sanggup untuk melupakannya) “Kata hati Nia bicara”</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">“Sudahlah lupakan sajalah aku mulai detik ini, karena aku harus pergi dan akan dimiliki orang lain” </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">(Michael pergi untuk selamanya).</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman"><span>          </span>Mungkin ini sudah takdir dari yang maha kuasa, Kisah Cintaku Hanya Setakat Dibibir Saja dan mungkin ini KARMA buatku karena aku menyakiti orang yang mencintaiku dengan sepenuh hatinya, mahligai cintaku berderai dengan air mata, aku mendo`akan agar kau bahagia bersama si-Dia gadis yang kau cinta, percintaan kita tak sampai kemana hanya setakat dibibir saja, aku masih ingat janji yang kau ucapkan padaku dan dihari-hari yang romantis kita jalani bersama kau pintaku supaya setia padamu akhirnya kau yang mengingkari, oh..Tuhanku.. tabahkan hatiku kuingin mendapatkan penggantinya kucoba melupakanmu tapi ku tak bisa karena kumasih mencintaimu, begitu sulit ke melupakanmu </font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Dauphin;"><font face="Times New Roman">Apakah kau memikirkanku?… oh sayang….</font></span><span style="font-size:14pt;color:windowtext;"><font face="Times New Roman">Sebuah isi hati yang ditulis Nia diatas kertas putih dalam perjalanan CINTANYA HANYA SETAKAT DIBIBIR SAJA. Sekarang mimpiku yang dulu sudah terjawab, mungkin ini maksud dari mimpi itu.</font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mtsnkumai.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mtsnkumai.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mtsnkumai.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mtsnkumai.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mtsnkumai.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mtsnkumai.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mtsnkumai.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mtsnkumai.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mtsnkumai.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mtsnkumai.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mtsnkumai.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mtsnkumai.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mtsnkumai.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mtsnkumai.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mtsnkumai.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mtsnkumai.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mtsnkumai.wordpress.com&amp;blog=1423010&amp;post=7&amp;subd=mtsnkumai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/10/09/cinta-yang-hanyasetakat-dibibir-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67586263af63f690aa552b90ac74be0c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">MTs Negeri Kumai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TAK SEINDAH BINTANG</title>
		<link>http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/10/09/tak-seindah-bintang/</link>
		<comments>http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/10/09/tak-seindah-bintang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 03:19:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mtsnkumai</dc:creator>
				<category><![CDATA[prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/10/09/tak-seindah-bintang/</guid>
		<description><![CDATA[Cerpen: Lina Maryanah Sudah tiga hari ini Arya pusing. Bukan karena mikirin ulangan yang akhir-akhir ini hasilnya jeblok semua. Juga bukan masalah studio musik yang baru-baru ini dia dirikan. Tapi masalah si Della. Cewek mantan pacar Arya itu minta mereka balik lagi. Padahal baru 1 bulan, Della mutusin hubungan mereka yang sudah jalan 2 tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mtsnkumai.wordpress.com&amp;blog=1423010&amp;post=6&amp;subd=mtsnkumai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerpen: Lina Maryanah</p>
<p style="text-indent:30pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Sudah tiga hari ini Arya pusing. Bukan karena mikirin ulangan yang akhir-akhir ini hasilnya jeblok semua. Juga bukan masalah studio musik yang baru-baru ini dia dirikan. Tapi masalah si Della. Cewek mantan pacar Arya itu minta mereka balik lagi. Padahal baru 1 bulan, Della mutusin hubungan mereka yang sudah jalan 2 tahun lebih, dan ini sudah ketigakalinya si Della mutusin Arya.</span></p>
<p style="text-indent:30pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';"></span></p>
<p style="text-indent:30pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';"><span id="more-6"></span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Dua kali putus gara-gara si Della terlalu cemburu sama cewek sahabat dekat Arya yang ada di Surabaya. Dan putus yang ketiga ini gara-gara si Arya terlalau sibuk sama studio barunya. Sejak itu Della menghilang dari kehidupan Arya. Arya pun sibuk sama urusan studio barunya. Sedangkan cowok-cowok yang naksir Della, mulai unjuk tampang. Itu yang kadang-kadang bikin Arya panas. Karena sejujurnya, Arya masih memantau segala kegiatan yang dilakukan si Della.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Dua bulan berlalu, tiba-tiba Della muncul lagi didepan mata. Penampilannya tidak berubah lengkap dengan tawanya yang khas. Namun sapaan Della siang itu pulang sekolah cukup membuat jantung Arya hampir copot. “Arya, kamu sekarang masih sendiri atau udah punya ceweK baru?” Tanya Della to the point.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Memangnya kenapa?” Arya balik nanya. “Nggak aku cuma mau tau aja”</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Apakah harus aku jawab ?” sahut Arya pendek dengan berlagak masih sok cuek.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Ya pasti dong. Kalau ada orang nanya, harus dijawab. Coba soal ulangan nggak kamu jawab, nilainya<span>  </span>nol terus. Mungkin nilaimu hancur gara-gara kamu males jawab kali,” ejek Della menyindir. Darimana dia tau kalau nilai ulanganku akhir-akhir ini hancur semua. Jangan-jangan si Della jadi GRan gara-gara dia putusin, sekolahku jadi amburadul. “Maksud pertanyaanmu apa sich?”</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Aku cuma ingin tau perasaanmu ke aku, saat ini masih tetap sayang sama aku kayak dulu atau semuanya sudah berubah”. “Memang ada gunanya kalau aku jawab?” tanya Arya berlagak bego. “pasti, kalau kamu masih suka sama aku, aku ingin kita balik kayak dulu lagi!” jelas Della singkat. Dimatanya jelas ada kerinduan yang terpendam.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Hebat,puji Arya dalam hati. Jarang ada cewek yang berani mengatakan perasaannya dan apa yang dia mau. Kebanyakan masih malu-malu sehingga terkesan munafik. Toh mengatakan suka bukan hal yang memalukan. Kita malah seharusnya bersyukur diberi anugerah untuk bisa mencintai diri sendiri. “Aku nggak bisa jawab sekarang,” jawab Arya setelah terdiam cukup lama. Kapan kamu bisa <span> </span>beri kepastiannya?” beri aku waktu 3 hari” OK, jangan sampai keputusanmu nanti bikin kamu menyesal belakangan.” Della berkata sambil langsung ngeluyur pergi tanpa basa-basi lagi seperti kedatangannya tadi.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Huhh! akhirnya Arya bisa bernafas lega setelah Della pergi. Ajakan Della untuk jalan lagi masih membingungkan. Apa yang sebenarnya yang terjadi dengan cewek itu. Sikapnya yang aneh, itu yang bikin kepala Arya pusing. Nanti malam rencananya Arya akan minta saran ke rumah Andre sahabatnya. Dia sudah terkenal sebagai dukunnya cinta. Segala masalah yang berhubungan dengan cinta jika dia yang menangani pasti semuanya beres. “kamu harus bisa memilih salah satu. Kalau menurutku sich pilih yang pasti aja deh. Lagian gak ada ruginya kamu balik sama si Della. Dia anaknya rajin. Kalau main kerumahmu kan<span>  </span>dia yang nyapu, ngepel lantai dan masak. Jarang tuh cewek yang mau ngelakuin itu. Apalagi statusnya masih jadi pacar,” saran Andre sambil mengingatkan semua kebaikan Della. Arya tersenyum mendengar kata-kata Andre. Memang selama ini yang bersih-bersih rumahnya Della. Keluarganya Arya semuanya tinggal di Surabaya, jadi yang jaga rumah sekaligus ngurus bisnis studio musik jadi tanggung jawab Arya. Apalagi kalau<span>  </span>Arya lagi sakit, si Della pasti rajin bawain makanan.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Tapi cemburunya over dosis Dre, sampai ngelarang aku pulang ke Surabaya. Dia melarang aku goncengan sama cewek. Dan nggak boleh sapaan sama cewek-cewek sekolah yang dulu jadi kecenganku”. Keluh Arya saat mangingat semua sifat jelek Della yang membuat hidupnya seperti dalam penjara. “Itu karena Della terlalu cinta sama kamu. Padahal kalau Della mau buka mata dikit, aku lebih cakep dari pada kamu,” goda Andre membuat Arya semakin kesel.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Iya…cakep, kalau dilihat dari ujung monas,” balas Arya “kalau memang kebaikan Della lebih banyak dibandingkan kejelekannya, kamu balik aja ke dia.” Tapi bagaimana dengan Maia, selama putus dengan Della aku sudah pendekatan sama Maia.”Keluh Arya lirih. Dia memang sudah lama mencintai sahabatnya itu. Walaupun dia sudah beberapa kali pacaran alias gonta-ganti cewek, sejujurnya dihatinya hanya ada Maia. Jadi nggak heran setiap habis putus sama ceweknya, buntutnya Arya pasti mendekati Maia lagi. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';"><span> </span>“Cewek itu lagi masalahmu. Kamu harus menerima kenyataan. dia menolakmu dulu,”suara Andre terdengar kesal. Karena bukan untuk pertama kali Andre mengingatkan sahabatnya ini, yang sepertinya terbuai dengan harapan-harapan kosong.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Itu dulu, Dre. Sekarang dia baik, sabar, semua sikap dan tutur katanya tidak pernah menyakiti aku. Dia selalu menerima kehadiranku dalam keadaan susah, walaupun saat senang aku sering melupakannya,” kenang arya mengingat semua kabaikan sahabatnya selama ini.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Dia tidak pernah menyakiti kamu karena dia tidak pernah menjadi pacarmu. Hubungan kalian sebatas sahabat, jadi tidak ada alasan kalian untuk saling sakit hati, apalagi cemburu. Dia tidak pernah marah dan jauhi kamu, saat kamu pacaran dengan siapa saja. Apa kamu enggak sadar, itu bertanda dia sebenarnya tidak pernah mencintai kamu,” jelas Andre panjang lebar.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Tapi aku selalu mencintainya.”Arya menjawab yakin. Dia seolah melupakan penolakan Maia 2 tahun yang lalu.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Mungkin kamu terobsesi karena dia satu – satunya cewek yang menolakmu. Sedangkan kalau melihat Della didekati cowok lain selama kalian putus, kamu panas juga kan? Menurutku, sebenarnya kamu mencintai Della tapi kamu tidak pernah menyadarinya.”</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Ok. Thank’s buat semuanya!” Pamit Arya. Dia sadar sebanyak apapun saran yang diberikan Andre padanya, keputusan tetap mutlak ada di tangannya.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Hari yang dinantikan akhirnya tiba, Arya harus mengambil keputusan dan menentukan pilihan. menerima ajakan kembali dari Della cewek yang jelas-jelas mencintainya, atau tetap mengharapkan Maia membalas cintanya. Semuanya akan terjawab hari ini.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Tepat pukul satu setelah bel pulang berdering, si Della sudah menanti di depan kelas Arya. Dengan gayanya yang yang khas, tidak sabaran.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Sudah nggak sabar ya?” Goda Arya sambil memasukkan buku-buku kedalam tasnya.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Lebih cepat lebih baik. Aku tidal suka menunggu lama-lama sesuatu yang tidak pasti.”</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Kamu tidak takut jawaban dari aku nanti akan mengecewakanmu. Tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan?” Tantang Arya.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Itu sudah resiko. Yang terpenting aku mendapat kepastian dari kamu,” “sahut Della tegas.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Sebenarnya aku sudah menganggapmu seperti saudara sendiri,” jawab Arya pelan, takut kata-katanya ada yang salah dan akan menyakiti hati Della.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Apa itu jawabannya yang jujur?” Tanya Della ragu, karena dia tidak menyangka perasaan Arya begitu cepat berubah.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Itu yang aku rasakan saat ini. Kita masih bisa berteman kan?” hibur Arya.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Aku belum bisa menganggapmu sebagai teman. Semuanya butuh waktu, tapi aku akan berusaha,”nada suara Della terdengar getir.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Arya hanya diam terpaku di tempatnya, sepintas dia dapat meliahat ada air mata yang sempat menetes di pipi Della sebelum dia melangkah pergi. Malam ini Arya terpaku sendiri diteras rumah sambil bernyanyi lagu-lagu kesayangan Della. Namun pe-tikan gitarnya terdengar tidak teratur. Dalam hatinya dia merindukan kehadiran Della dirumahnya. Dulu rumahnya selalu bersih tidak berantakan seperti sekarang. Sejuta kenangan saat dia bahagia jalan dengan Della kini muncul lagi. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Memang benar kata pujangga, sesuatu baru terasa berarti saat kita sudah kehilangan apa yang selama ini kita miliki. Dimana saat ini Della berada Arya tidak tau. Sejak kejadian siang itu, Della seperti menghilang dari peredaran. Tiba-tiba bayangan Maia melintas dikepala Arya. Arya akhir-akhir ini memang jarang menelpon ke Surabaya. Dia sibuk memikirkan Della. Perlahan Arya pun bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan menuju wartel depan rumah dengan segudang harapan. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Hallo bisa bicara dengan Maia? </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“kamu Arya kan, sombong banget. Kok tumben kamu telpon, ada masalah ya?”Arya tersenyum, ternyata Maia belum lupa denagn suaranya. Apakah ini suatau tanda awal yang baik, Arya belum berani untuk terlalu optimis. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Nggak aku cuma ingin Tanya, apa lowongannya sudah dibuka?” </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Maksudmu?” </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Lowongan untuk jadi pacar kamu”. “Aku ingin masih sendiri dulu.” Jawab Maia masih sama<span>  </span>seperti 2 tahun yang lalu. “Aku menginginkan lebih dari sekedar sahabatmu.” </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Ingat Arya, sahabat terbaik belum tentu bisa jadi pacar yang baik juga,” jelas Maia panjang lebar. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Iya, aku mengerti sekarang. Mungkin aku yang terlalu banyak berharap, padahal hubungan kita tidak bisa lebih dari persahabatan.” </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Ada lagi yang kamu tanyakan?” </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">“Nggak, udah dulu ya. Bye!” ucap arya mengakhiri pembicaraan. “Bye”. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Setelah telpon terputus, Arya hanya diam. Sakit menerima penolakan Maia untuk kedua kalinya. Dalam ingatannya cuma Della yang benar-benar mencintainya. Sedangkan Maia, semua perhatian dan kebaikannya selama ini hanya terbatas sebagai sahabat, tidak lebih. Tapi dimana dia dapat menemukan Della yang saat ini menjauh darinya? </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Diam-diam Arya tersenyum, kini dia tau siapa sebenarnya cewek yang ia cintai. Walaupun semunya sudah terlambat. Kadang kenyataan memang tidak seindah apa yang diharapkan. <span> </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mtsnkumai.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mtsnkumai.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mtsnkumai.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mtsnkumai.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mtsnkumai.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mtsnkumai.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mtsnkumai.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mtsnkumai.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mtsnkumai.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mtsnkumai.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mtsnkumai.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mtsnkumai.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mtsnkumai.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mtsnkumai.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mtsnkumai.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mtsnkumai.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mtsnkumai.wordpress.com&amp;blog=1423010&amp;post=6&amp;subd=mtsnkumai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/10/09/tak-seindah-bintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67586263af63f690aa552b90ac74be0c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">MTs Negeri Kumai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SALAH PAHAM</title>
		<link>http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/10/01/salah-paham/</link>
		<comments>http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/10/01/salah-paham/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Oct 2007 01:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mtsnkumai</dc:creator>
				<category><![CDATA[prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/10/01/salah-paham/</guid>
		<description><![CDATA[Eka Rahmawati   Disekolah mentari cerah, hari ini akan kedatangan murid baru, namanya Hendri Yanto. Disekolahnya dia berkenalan dengan Rahmah, yang dia bilang sahabat nyebelinnya. Rahmah pun juga bilang Hendri nyebelin. selanjutnya             “ Hendri, kita sekarang duduk satu bangku” kata Rahmah.             “ Ia, emangnya kenapa ?” kata Hendri.             “ Enggak kok, gak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mtsnkumai.wordpress.com&amp;blog=1423010&amp;post=5&amp;subd=mtsnkumai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Eka Rahmawati</font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Disekolah mentari cerah, hari ini akan kedatangan murid baru, namanya Hendri Yanto. Disekolahnya dia berkenalan dengan Rahmah, yang dia bilang sahabat nyebelinnya. Rahmah pun juga bilang Hendri nyebelin.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">selanjutnya</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><span id="more-5"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Hendri, kita sekarang duduk satu bangku” kata Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Ia, emangnya kenapa ?” kata Hendri.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Enggak kok, gak pa-pa” kata Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Tiba-tiba bu wina pun datang dan langsung memulai pelajaran. Pelajaran berlangsung dengan tenang, sampai akhirnya bel istirahat pun berbunyi. Anak-anak pun istirahat. Rahmah menemui teman-temannya.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Hai semua” kata Rahmah menyambut teman-temannya.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Du…….du……..duh, enak ya… duduk ma orang tampan” kata Rika.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Enak apanya ? dia itu orangnya nyebelin” kata Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Hati-hati loe, kalau kamu jatuh cinta sama dia gimana ?” kata Rena.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Ya gak mungkin lah” kata Rahmah lagi.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Tiba-tiba si Rena teman Rahmah yang hobinya makan itu, mengajak Rahmah dan Rika makan.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>  </span><span>          </span>“ Makan yuk” kata Rena.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Kalau udah giliran makan aja nomor satu, coba kalau soal yang lainnya pasti loe cuman bisa bilang, gue lupa…. Maaf pin gue ya……? Hah bosen gue dengarnya” kata Rahmah mengejek Rena.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Sudah-sudah yuk kita makan” kata Rika.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Setelah makan mereka langsung kekelas karena bel sudah berbunyi. Pelajaran dimulai.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Anak-anak kalian buka buku matematika hal 15” kata pak Bobi yang sedang memulai pelajaran.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Baik pak” jawab anak-anak serempak.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Tiba-tiba…………..</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Eh….. kamu murid baru ya ?” tanya pak Bobi kepada Hendri.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Ia pak” kata Hendri.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Pelajaran pun kembali dimulai. Tak lama kemudian bel pulang pun berbunyi.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Hore pulang” teriak anak-anak serempak.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Karena Rahmah hari ini pulang sendirian Hendri bermaksud mengajak Rahmah tuk pulang bareng.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Hai mah, pulang bareng yuk” kata Hendri.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Enggak ah, tar ada yang marah lagi” kata Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Enggak ada kok, ayo cepat naik” kata Hendri.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Oke deh” kata Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Sesampai dirumah Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Mah, tar kalau aku nelpon kamu, boleh gak ?” tanya Hendri.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Boleh, tapi emangnya kamu tau nomor teleponku ?” kata Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Gak tau, makanya aku mau tanya” kata Haendri.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Kalau aku gak mau gimana ?” tanya Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Ah, cepat dong mana nomor teleponmu ?” kata Hendri.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ (0532) 61331” kata Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Oh…… (0532) 61331, ya kan ?” tanya Hendri lagi.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Ia” kata Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Aku pulang dulu ya ?” kata Hendri sambil melambaikan tangannya.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Ia” kata Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Hendri pun pergi. Sesampai di rumahnya dia langsung menelpon Rahmah. Apa yang terjadi sama Rahmah, kok setelah di telpon oleh Hendri dia langsung bahagia banget. Oh ternyata Handri yang di kira Rahmah nyebelin itu, ternyata tidak nyebelin amat, tapi menyenangkan katanya. Keesokan<span>  </span>harinya.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Hari ini aku dan Hendri janjian mau ketemu” kata Rahmah dalam hati.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Rahmah langsung berangkat kesekolah. Sesampai disana ternyata Hendri sudah menunggu.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Hen…. Hendri,” kata Rahmah dengan suara keras.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Ia, cepat sini” kata Hendri.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Rahmah lari cepat untuk menghampiri Hendri. Tapi, apa yang terjadi Rahmah jatuh.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Rahmah…….” Kata Hendri<span>  </span>berteriak dan langsung menghampiri Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Aduh…. Aduh” kata Rahmah merintih kesakitan.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Kamu gak papa kan<span>  </span>?” tanya Hendri kuatir.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Ia, aku gak papa. Hanya luka sedikit aja tar juga hilang” kata Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Setelah kaki Rahmah diobati, Hendri mengajak Rahmah tuk jalan-jalan. Mereka jalan-jalan kedaerah pegunungan. Mereka pun pergi dan sesampai disana.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Rahmah lihat pemandangan disana….. subhanallah ! rumput-rumput menghijau, pepohonan yang indah, suasana alam yang dingin, pokoknya asyik” kata Hendri.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Ia aku merasakan itu semua, apalagi disaat aku bersama kamu” kata Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Tiba-tiba………</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>“ Apa maksud kamu ngomong seperti itu” kata Hendri”</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Gak kok, gak ada apa-apa” kata Rahmah</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Terus kenapa kamu ngeliatin aku terus?” kata Hendri bartanya</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“(Ya mulai lagi deh)” kata Rahmah dalam hati, hoh emang ada undang-undang yang<span>  </span>melarang aku untuk ngeliatin kamu? Tanya Rahmah balik.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Sebelum Rahmah mendengar pembicaraan panjang lebar Hendri dia langsung pergi dan meninggalkan Hendri. Tapi ………….</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ A…..sakit” Kata Rahmah menjerit kesakitan. Rahmah terjatuh lagi dan kakinya berdarah. Hendri terus saja mengejek Rahmah. Rahmah pun marah dan Hendri cepat minta maaf .</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Maaf ya. Kamu maukan maafin aku?”, tanya Hendri.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Gak mau “ kata Rahmah</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Maafin aku dong , ya….plis….,” Kata Hendri momohon.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Ia deh…. Aku maafin, tapi kamu jangan mengejek aku terus,” kata Rahmah</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Ok, ya udah kita pulang yuk sudah sore nih entar kamu dicariin oleh orang tuamu,” kata Hendri</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Ayo,” kata Rahmah</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Hendri mengantar Rahmah pulang sampai ke rumahnya, setelah itu dia langsung pulang. Hendri masuk ke kamarnya. Dia tampak sangat gembira. Sore dan malam pun berlalu, hingga pagi pun datang. Ibunya memberi kabar kalau Eka sahabat Hendri di Jakarta nelpon dan dia mau nginap di rumah Hendri. Tapi Hendri di perintahkan oleh ibunya untuk menjemput Eka. Hendri gak mau karena dia ada janji dengan Rahmah. Tapi, ibunya maksa dan akhirnya Hendri mau juga. Dia membatalkan janjinya dengan Rahmah. Hendri langsung berangkat ke bandara untuk menjemput Eka. Tapi ternyata Rahmah juga ada di sana, dia menjemput kakaknya. Dan dia melihat Hendri dan Eka sedang berduaan dan akhirnya Eka marah.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Hendri, jadi selama ini kamu membohongi ku.” Kata Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Rahmah, Eka ini bukan pacar aku,” kata hendri menjelaskan.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Gak, aku gak percaya kukira kamu dekat dengan aku, karena kamu suka sama aku. Tapi, nyatanya tidak kamu sudah mempunyai perempuan lain selain aku. Pantas saja kamu tadi membatalkan pertemuan kita, kamu bilang karena kamu mau menemani ibumu jalan-jalan. Tapi ternyata kamu malah pergi sama cewek lain. Kamu adalah penghianat. Kamu tidak bisa mengerti aku. Jadi percuma kita bersama setiap hari kalau kita hanya teman biasaa” kata Rahmah marah.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Rahmah biar aku jelasin” kata Hendri.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Gak perlu ini semua dah cukup bagi aku” kata Rahmah yang langsung meninggalkan Hendri dan Eka tanpa mau lagi mendengarkan penjelasan Hendri.</font></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Hendri mengajak Eka tuk langsung pulang ke rumahnya.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Eka, kita pulang sekarang” kata Hendri</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Ia……” kata Eka.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Hendri dan Eka langsung pulang kerumahnya. Setiba di rumahnya Hendri langsung masuk ke kamar, dan ibunya penasaran.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Eka apa yang terjadi sama Hendri kenapa dia keliatannya sedih ?” kata ibu Hendri bertanya kepada Eka.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Tadi ada cewek yang bernama Rahmah, dia suka sama Hendri. Ketika dia melihat saya dan Hendri, dia cemburu dan langsung marah sama Hendri, dia marah-marah tanpa mau memberi Hendri kesempatan untuk berbicara. Yang aku dengar sih kalau Rahmah itu adalah sahabat sejati Hendri yang berharap tuk jadikan Hendri sebagai pasangannya” kata Eka menjelaskan.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Karena mendengar hal itu ibu Hendri langsung ke kamar Hendri untuk menemui Hendri.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Hendri maafpin ibu ya…..? gara-gara ibu kamu dan Rahmah jadi berantem” kata ibunya.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Ini bukan salah mama kok, ini adalah salah aku sendiri selama ini aku gak berani ngungkapin perasaanku sejak dulu. Dan sekarang sudah terlambat Rahmah sudah marah sama aku” kata Hendri.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Jadi kamu suka sama rahmah ?” kata ibunya terkejut.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Ia ma” kata Hendri.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Tiba-tiba Eka datang, ternyata dia mendengar pembicaraan Hendri dan ibunya.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Apa ? jadi kamu suka ama dia, percuma saja aku disini. Aku kan kesini karena ingin bersama kamu, mendingan aku pulang aja deh” kata Eka.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Eka pun pergi. Tapi, Hendri pergi mengejarnya.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Eka, dengarkan aku dulu. Kamu harus tetap disini kamu harus bantu aku. Tapi, kamu harus maafpin aku dulu” kata Hendri.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Ia, aku maafpin kamu, kamu mau minta bantu apa ?” tanya Eka.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Kamu bantu aku tuk ngomong sama Rahmah kalau aku benar-benar gak pacaran sama kamu. Kamu mau kan ? kamu tetap disini aja….. plis ? kata Hendri.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Eka tertunduk dan langsung bilang….</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Ia” kata Eka.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Sekarang ayo kita pulang ke rumahku” kata Hendri.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Ayo” kata Eka.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Mereka pun pulang ke rumah Hendri. Ke esokan harinya, Eka mengajak Hendri tuk belanja dan Hendri mau. Hendri berharap bisa bertemu dengan Rahmah. Mereka pun berangkat. Ternyata disana emang ada Rahmah. Hendri memanggilnya. Rahmah menoleh, tapi dia meningalkan Hendri. Hendri mengejarnya, tapi tidak berhasil. Selama satu bulan Hendri dan Rahmah tidak temanan atau pun ketemuan. Setelah satu bulan kemudian. Suara telepon dirumah Hendri berdering.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Halo” jawab Hendri.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Tiba-tiba telepon itu mati.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Siapa sih yang nelepon” kata Hendri marah.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Tiba-tiba telepon itu berdering lagi.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Halo” jaeab Hendri.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Halo, ini Hendri !” tanya orang misterius itu.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Ia, ini aku. Kamu siapa ?” tanya Hendri.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Ini aku Rahmah” kata Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Mendengar nama Rahmah, Hendri merasa senang dan dia langsung minta maf kepada Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Mah, aku minta maaf. Selama ini aku sudah banyak salah sama kamu, maafpin aku ya ?” kata Hendri.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Ia, aku juga mau minta maaf soal hal yang kemarin, aku sekarang percaya kalau kamu gak pacaran sama Eka. Karena kemarin aku bertemu Eka dengan pacarnya” kata Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Syukurlah kalau kamu sudah mau percaa sama aku” kata Hendri.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Rahmah mengajak Hendri ketemu di taman jam dua, dan Hendri senang banget. Tak beberapa lama jam sudah menunjukan pukul 02.00 tepat. Hendri langsung pergi ketaman. Sesampainya disana, mereka ketemu dan langsung berbicara.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Rahmah, aku mau ngomong sesuatu sama kamu. Boleh gak ?” kata Hendri.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Boleh, mau ngomong apa ?” tanya Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Aku mau jadi pacar kamu, kamu mau gak jadi pacar aku ?” tanya Hendri.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">“ Gimana ya ?&#8230;&#8230;&#8230;. ia aku mau” kata Rahmah.</font></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Akhirnya mereka pun pacaran. Pesan saya buat teman-teman, jangan mudah salah paham sama orang lain sebelum kamu mendengar penjelasan orang itu dulu.</font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><span></span></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">SEKIAN</font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mtsnkumai.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mtsnkumai.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mtsnkumai.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mtsnkumai.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mtsnkumai.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mtsnkumai.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mtsnkumai.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mtsnkumai.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mtsnkumai.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mtsnkumai.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mtsnkumai.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mtsnkumai.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mtsnkumai.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mtsnkumai.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mtsnkumai.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mtsnkumai.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mtsnkumai.wordpress.com&amp;blog=1423010&amp;post=5&amp;subd=mtsnkumai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/10/01/salah-paham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67586263af63f690aa552b90ac74be0c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">MTs Negeri Kumai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JEMPUT AKU SEGERA, MAMAH….!</title>
		<link>http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/10/01/jemput-aku-segera-mamah%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/10/01/jemput-aku-segera-mamah%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Oct 2007 01:53:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mtsnkumai</dc:creator>
				<category><![CDATA[prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/10/01/jemput-aku-segera-mamah%e2%80%a6/</guid>
		<description><![CDATA[Devi Van Mulyadi Kini senja beranjak petang, matahari pun masih belum berhenti mencurahkan titik-titik air ke permukaan bumi. Gerimis menyelimuti petang yang kelam itu, seorang gadis terduduk manis di depan pintu, di tengah lalu lalangnya para tamu yang berdatangan. Selanjutnya   &#160; Matanya terlihat bengkak seakan tidak kuasa untuk terbuka dengan tetesan air mata yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mtsnkumai.wordpress.com&amp;blog=1423010&amp;post=4&amp;subd=mtsnkumai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><font size="3" face="Times New Roman">Devi Van Mulyadi</font></h1>
<p style="text-indent:53.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Kini senja beranjak petang, matahari pun masih belum berhenti mencurahkan titik-titik air ke permukaan bumi. Gerimis menyelimuti petang yang kelam itu, seorang gadis terduduk manis di depan pintu, di tengah lalu lalangnya para tamu yang berdatangan. </font></p>
<p style="text-indent:53.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Selanjutnya </font></p>
<p style="text-indent:53.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span id="more-4"></span> </font></p>
<p style="text-indent:53.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="text-indent:53.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Matanya terlihat bengkak seakan tidak kuasa untuk terbuka dengan tetesan air mata yang mengalir di pipinya membuat orang yang lewat di depannya tidak berani menyapanya walau sepatah kata. Di dalam rumah itu masih terdengar isak tangis kerabat dan keluarga. Hujan semakin deras, air mata di pipi gadis itu masih belum berhebti mengalir, dalam tangisnya gadis itu berkata, “ <span style="color:red;">mamah….kenapa mamah tinggalin Cinta…. Kenapa mah….?</span> Apa enggak terlalu cepat? Mamah, Cinta takut mah…. Cinta takut….” Gadis itu bernama Cinta Adinda Putri, anak tunggal dari pasangan suami istri, Hendra dan Claudya. Cinta terus saja menangis, dia memeluk tubuh sendiri dalam hening malam dan rintik hujan. Malam semakin larut, para tamu mulai pergi meninggalkan rumah duka tersebut untuk pulang ke rumah masing-masing. Cinta masih terduduk di depan pintu dengan isak tangis dan air mata yang masih belum berhentu mangalir. “Mamah….” Cinta menangis semakin tersedu. “Cinta….” Seseorang memanggil namanya dari arah belakang. “ Aldi…. Kapan kamu kesini?” Cinta terkejut melihat kedatangan Aldi yanh kini berada di depannya. “Tadi aku enggak berani ganggu kamu pas aku datang. Makanya tadi aku langsung ke dalam. Cinta kamu jangan nangis terus dong….aku jadi ngerasa enggak tega buat ninggalin kamu pergi ke Bandung. Sayang….kamu udah dong nangisnya….buat aku. Senyum dong, kamu saying kan sama aku?” Cinta menganggukan kepalanya dan mencoba untuk tersenyum walau pun berat rasanya. “Aku enggak bias senyum Aldi….jangan paksa aku !” Cinta menangis dan senyumnya pun mulai pudar. “Maaf ya Cin. Cin, sebenarnya aku pengen….banget nemenin kamu disaat kamu sedih, karena aku enggak mau cuma ada disaat kamu senang aja. Kita kan temanan dari kecil…. Aku sayang sama kamu. Tapi aku harus pergi….enggak apa-apa kan? Lagi pula…..kan ada Satria”. “ Enggak, aku udah putus sama dia. Dia pacaran ama Rita, padahal dia masih belum putus sama aku….sekalian aja aku putusin.” Cinta terlihat kesal. “ Makanya….aku bilang juga apa? Kamu tuh jangan buru-buru pacaran, nyesal kan jadinya. Mending….nungguin aku punya kerjaan dulu.” dengan sedikit tersenyum Aldi mengatakan hal itu sengaja untuk menghibur Cinta. “Apa? Gila loe !” “Nah….gitu dong….smile!“ sambil mencubit pipi Cinta. “ Aduh….udah deh,sekarang loe pergi, pergi- pergi- pergi!” Cinta memarahi Aldi dan menyuruhnya untuk segera pergi. Hujan semakin deras, petir menyambar dengan kilatan-kilatan yang menakutkan membuat Cinta merasa sangat takut. “Mamah….Cinta takut mamah…. Temanin Cinta….” Cinta kembali menangis dan memeluk tubuhnya sendiri dalam ketakutan. Cinta menangis tersedu-sedu, dalan kesendirian tanpa ada orang yang berani menyapanya. </font></p>
<p style="text-indent:53.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">“Cinta….kamu jangan nangis dong….”seseorang menyapanya dari arah belakang yang membuatnya tersentak kaget dari tangis dan lamunannya. “ Papah….Cinta takut pah….” Cinta menangis semakin tersedu, “kenapa mamah jahat sama Cinta….kenapa mamah tinggalin Cinta pah….?” Cinta memeluk Hendra, ayahnya. ” Cinta. Mamah pergi karena mamah di panggil sama Allah, bukan karena mamah pengen ninggalin Cinta…. Mamah kan saying sama Cinta.” “ Kenapa enggak sekalian Cinta pah….? Mamah jahat sama Cinta, mamah ninggalin Cinta sendirian pah….Cinta kan takut…. Kenapa mamah enggak bawa Cinta pah….?” Hendra tercengang mendengar pertanyaan Cinta. Cinta terlihat sangat sedih. “Cinta….kalau kamu di jemput juga sama Allah. Nanti siapa dong yang nemenin papah. Lagian….mamah enggak jemput Cinta karena mamah saying sama Cinta. Mamah pengen Cinta menggapai cita-cita Cinta dulu, mamah enggak mau Cinta jadi orang yang enggak berguna.” “Tapi pah…. Cinta enggak punya teman sebaik mamah.” Cinta melepas pelukannya dari ayahnya. Hendra menghapus air mata yang mengalir di pipi Cinta, “ Cinta….jangan nangis lagi…. Sekarangkan sudah malam. Kamu tidur ya….besokkan kita harus pergi ke kuburan mamah. Mamah kan sayang sama Cinta.”<span>  </span>Menganggukkan kepalanya. Hendra mengantarkan Cinta pergi kekamarnya. Ketika hendak menaiki tangga, Cinta berhenti sejenak dan memandang Foto ibunya yang terpajang indah di ruang tengah. “ Mamah….mamah cepat jemput Cinta ya mah….”</font></p>
<p style="text-indent:53.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Sebulan telah berlalu, semenjak kematian Claudya. Cinta kini berubah dari seorang anak yang riang menjadi anak yang selalu murung dan lebih suka menyendiri dalam sepi dari pada berkumpul bersama teman-teman atau keluarganya yang membuat mereka semua ikut sedih dan merasa kehilangan Cinta yang dulu pernah mereka kenal. Cinta selalu merasa kesepian semenjak di tinggalkan oleh ibunya apa lagi ayahnya selalu pergi ke luar kota untuk keperluan kantor. Sedangkan Cinta hanya bersama bik Yem, pembantu rumah tangga keluarga Hendra.</font></p>
<p style="text-indent:53.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Suatu malam, Hendra pulang dari kantornya ketika malam telah larut dan Cinta….berada di kamarnya. Malam itu angina berhembus dengan kencangnya di iringi hujan yang deras dan guntur serta petir yang menyambar membuat malam menjadi kelam mencekamdan menakutkan. Tapi tidak bagi Cinta, gadis itu terlihat sedang berduduk di teras depan kamarnya mengingat kembali masa-masa yang manis bersama ibunya yang teah lalu, menangisi semua harapan yang telah hilang untuk berlibur bersama keluarga dan sang bunda yang telah tiada. Gadis itu meneteskan air mata satu per satu dalam hening malam yang sepi bagaikan rumah tanpa penghuni. Angin berdesir, dedaun tua beterbangan terlepas dari ranting pohon masing-masing. Gemericik air hujan yang semakin deras membuat malamyang sepi itu menjadi bersuara. Di tengah ramainya gemericik air hujan, terdengar suara seseorang seakan memanggil-manggil yang semakin lama semakin jelas. “Cinta…. Cinta…. Cinta, kenapa kamu menangis saying?” terdengar suara Claudya memanggil dan menyapa anaknya yang termenung dalam hening malam dan dingin yang tak terkira. Mendengar suara itu, Cinta tersentak kaget dan bangun dari tempat duduknya.”Mamah….mamah….itu mamah kan….? Mamah…..mamah di mana?” suara Cinta terdengar serak dan air matanya pun tak terbendung lagi dan akhirnya mengalir. Cinta terus berusaha mencari arah suara yang baru saja dia dengar, dia terlihat bingung dan cemas. “Mamah di sini sayang….!” terlihat seseorang berparas cantik dan berpakaian serba putih berdiri di ujung teras depan kamar Cinta. “Mamah….?” Cinta berlsri menuju ibunya dan memeluk erat ibunya seakan tak dapat untuk di lepaskan. “Cinta….mamah kangen sama kamu saying….” senyuman manis mengiringi kata-kata yang di ucapkan oleh Claudya. “Mamah…. Cinta juga kangen sama mamah. Mamah ke sini buat jemput Cinta kan mah….? Mamah harus bawa Cinta, jangan tinggalin Cinta lagi mah….” Cinta menangis dan memeluk erat ibunya, “Cinta….mamah ke sini bukan buat jemput Cinta, maafin mamah ya sayang. Tapi, kamu jangan sedih ya sayang, mamah enggak suka ngeliat kamu sedih. Cinta harus selalu ceria dan bahagia dan juga rajin belajar, agar Cinta bisa menggapai cita-cita Cinta….ya sayang.”. “Mamah….mamah…. jangan tinggalin Cinta mah….jangan tinggalin Cinta lagi ya mah….” Cinta menangis dan memegang erat tangan ibunya, tapi Claudya melepaskan tangannya dari tangan Cinta, “Maafin mamah sayang…. Mamah enggak bisa lama-lama di sini, di sini bukan tempat mamah lagi sayamg…. Mamah harus pergi.” Claudya mencoba melepas pagangan Cinta yang sangat erat. “Mamah….mamah jangan tinggali Cinta mamah….” Cinta menangis semakin tersedu-sedu. “Mamah pergi sayang….belajar dengan baik ya….jangan kecewain mamah ya….” Claudya pergi meninggalkan Cinta sendirian yang sedang menangis sendiri dalam sepi malam. Dia memanggil-manggil ibunya berulang-ulang kali tanpa di hiraukan, “Mamah….mamah….mamah jangan tinggali Cinta mamah….mamah….mamah…. mamah……” Cinta terbangun dari tidurnya. Terlihat keringat di wajahnya bercucuran dari keningnya mengalir ke dagunya dan akhirnya menetes pergi dari wajahnya. Cinta menangis, menangis sejai-jadinya membuat malam yang hening menjadi gaduh dan membangunkan seisi rumah. “Mamah….mamah kapan yang mau jemput Cinta….?” Cinta menangis sendirian di dalam kamar itu. Beberapa lama kemudian terdengar suara orang sedang menaiki anak tangga dan membuka pintu kamar Cinta. “Cinta, kamu kenapa sayang? Kenapa kamu…” “Papah….papah Cinta kangen sama mamah pah…. Cinta butuh mamah pah…. Cinta butuh mamah, papah….” Cinta memotong pembicaraan Hendra dan memeluknya serta menangis dalam pelukannya. “Cinta, kamu enggak boleh gitu. Papah juga kangen sama mamah, tapi papah Cuma bisa berdo’a buat mamah agar mamah bahagia dan Cinta juga harus kayak papah, enggak boleh nangis terus….” Hendra mengelus-elus rambut Cinta dan mencoba menenangkannya. “tapi pah…., Cinta kesepian…. Cinta butuh mamah buat nemenin Cinta pah….” Cinta melepas pelukannya dari ayahnya.</font></p>
<p style="text-indent:53.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ternyata lama sudah waktu berlalu sejak terbangunnya Cinta dari tidurnya. Kini hari beranjak pagi, di luar terlihat semakin terang. Jam berdering menunjukkan waktu telah pukul 05.00 WIB. “Cinta, sekarang sudah pagi. Cinta mandi ya….nanti sebelum berangkat sekolah kita ke kuburan mamah dulu, okey….?” Cinta menganggukkan kepalanya. Tapi jangan lupa sholat dulu ya….”. “ Iya pah….” Cinta segera pergi ke kamar mandi dan Hendra pergi ke kamarnya. Tidak lama kemudian, Cinta keluar dari kamar mandi dan segera memakai pakaiannya, setelah itu dia mendirikan sholat subuh.</font></p>
<p style="text-indent:53.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Kini jam telah menunjukkan pukul 06.05 WIB. Cinta keluar dari kamarnya menuju ruang makan dan sarapan bersama ayahnya. Setelah sarapan, Cinta berangkat ke sekolah bersama-sama dengan ayahnya. Dalam perjalanan Cinta hanya tertunduk diam dam melamun sedih. “Cinta, kita sudah sampai sayang” Cinta terkejut mendengar suara ayahnya yang secara tiba-tiba menyapanya. “Lho, pah! Katanya mau ke pemakaman dulu….?” Cinta terkejut ketika dia tau dia telah sampai di sekolah. “Oh iya, papah lupa. Lagian kamu enggak bilang-bilang sih….tadi, ngelamunmulu. Cinta nanti malam kamu jangan kemana-mana ya….”. “ Ada apaan sih pah?” Cinta menanyakan kemauan ayahnya yang dia anggap tidak biasa itu. “Papah mau ngasih sesuatu bua kamu. Ya sudah, papah pergi dulu ya…”. “ Iya pah…” kemudian Cinta pergi ke kelasnya. Tidak lama Cinta berada di kelas, bel pun berbunyi, pertanda kelas akan memulai pelajaran. Cinta duduk di bangku yang berada di tengah-tengah kelas. Selama berjam-jam Cinta menerima pelajaran, tidak ada seorangpun yang menyapanya. “Kenapa sih….satu minggu ini teman-teman pada nyuekin aku ya….? Apa aku punya salah? Tapia pa….?” Cinta bertanya kepada dirinya sendiri yang merasa bingung dengan tingkah laku teman-temannya seminggu terakhir yang memusihinya secara bersamaan.</font></p>
<p style="text-indent:53.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">“Teet….teet….teet….” bel berbunyi pertanda istirahat kedua telah tiba. Semua siswa keluar dari kelas masing-masing, tanpa terkecuali Cinta. Dia keluar menuju kantin sekolah. “Bik, mie ayam satu, sama….es the jeruk nipis. Diantar ya….” Setelah memesan makanan Cinta langsung menuju ke bangku pilihannya. Tidak lama kemudian pesanan pun datang, lalu dia menyantap makanannya dengan lahap karena dia memang sangat merasa lapar. Setelah selesai makan, Cinta langsung pergi untuk membayar makanannya, setelah selesai membayar makanannya Cinta pergi ke luar. Tiba-tiba… “bruk…!” seseorang dengan sengaja menabrak Cinta. “Ups….sorry. maaf ya Cin.…” “Teet….teet….teet…” kata kata Linda terpotong oleh bunyi bel yang menandakan masuk kelas. “O’ou….bel tuh. Tapi….kayaknya loe mesti ke toilet dulu deh sebelum masuk ke kelas. Em….baju loe kotor banget tuh!” Linda melanjutkan kata-katanya yang terputus oleh bunyi bel tadi. “Iya.” dengan terburu-buru Cinta langsung pergi ke toilet, tanpa sengaja Cinta menabrak Lita yang baru saja keluar dari toilet bersama Chacha. “Aduh….! Apa-apaan sih Cin. Enggak punya mata apa?” Lita memaki-maki dan memarahi Cinta yang tanpa sengaja telah menabrak Lita. “Maaf Lit. aku enggak sengaja, aku lagi buru-buru soalnya kan nanti pelajaran Pak Enjoy” Cinta meminta maaf kepada Lita sambil berdiri dari tempat dia terjatuh. “Ih….jorok banget sih loe….minum pop ice nyampe belepotan kayak gitu.” Lita berceloteh memojok-mojokan Cinta dan membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju kelasnya.</font></p>
<p style="text-indent:53.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">“Hai guys. gimana rencana kita, sudah di persiapkan? Rencana kita enggak boleh gagal buat ngasih sureprise buat Cinta. Gue yakin, Cinta pasti bakalan terkejut banget dengan sureprise kita ini.” Lita menanyakan persiapan mereka ubtuk memberikan kejutan untuk Cinta. “Ya iya lah…. Secara, kita itu udah mempersiapkan semua dengan matang dan mempersiapkannya dengan bersusah payah, jadi….enggak boleh gagal dong….!” Linda menjawab dengan senyuman yang mengembang penuh kegembiraan. “Oh iya Cha, ello udah masukin duit gue kedalam kantongnya si Cinta kan….?” Lita mengingatkan kembali tugas Chacha untuk mempersiapkan acara tersebut. “Ooo….sudah dong…. Chacha<span>  </span>gitu loch….! Lagian ini kan momen yang enggak bakalan terlupakan oleh Cinta, jadi….gue enggak boleh gagal….” dengan<span>  </span>satu alis yang terangkat dan senyum yang mengembang Chacha menjawab pertanyaan Lita dengan gembira karena tugasnya telah selesai. “Hm….good job. Sekarang kita tinggak menunggu dia datang, dan kita mainkan sandiwara ini. Gue pengen lihst gimana ekspresi wajah Cinta setelah menerima sureprise ini. So, acting kalian harus benar-benar meyakinkan, okey….?” “Okey….! Seluruh siswa yang ada di kelas menyambut gembira kata-kata Lita. </font></p>
<p style="text-indent:53.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Sementara di toilet, Cinta sedang sibuk membersihkan noda pop ice yang ada si pakaiannya. “heh….akhirnya, bersih juga. Aduh, ini kan jamnya Pak Enjoy, mampus aku kalau aku nyampe telat !” dengan segera Cinta berlari terburu-buru menuju kelasnya. Setelah sampai di depan pintu kelas, Cinta berhenti. Dia berdiri tegak di dapan pintu bukan karena ada Pak Enjoy di kelasnya, tetapi karena dia melihat teman-temannya sedang menatap sinis kepadanya. Lebih-lebih Lita, menatap tajam kearah Cinta yang sedang tertunduk. “Heh, masuk loe….! Ngapain bediri di situ!” dengan nada kasar Lita menyuruh Cinta masuk. Dengan langkah yang lambat, Cinta memasuki kelas dengan wajah yang masih tertunduk. “Heh, loe ya yanh ngambil duit gue?” Lita menunjuk Cinta yang kini mengangkat wajahnya karena terkejut. “Enggak kok Lit, aku enggak pernah ngambil uang kamu…” “Ala….bilang aja, enggak usah pake bo’ong segala. Loe sengaja kan nabrak gue di depan toilet tadi, buat ngambil duit gue kan?” dengan nada kasar Lita memotong kata-kata Cinta yang mencoba untuk menjelaskan. “Ada apa ini, kok ribut-ribut?” tiba-tiba Pak Enjoy datang, dia langsung masujk kekelas dan menanyakan apa yang sedang terjadi. “Nih Pak, Cinta ngambil uang saya, dia sengaja menabrak saya di depan toilettadi pas mau masuk kelas Pakbuat ngambil uang saya Pak.” Dengan sopan Lita menjelaskanyang sedang terjadi. “Enggak kok Pak, saya enggak ngambil uangnya Lita Pak, saya enggak ngambil apa-apa dari dia Pak….” Cinta mencoba membela diri. Wajahnya sedih, takut, dan panic bercampur menjadi satu. “Pak, kemanapa enggak digeledah aja sekalian Pak?” Lita dengan wajah sinisnya semakin memojokkan Cinta. “Cinta coba kamu keluarkan apa yang ada di kantong kamu.” dengan tegas Pak Enjoy meminta Cinta untuk mengeluakan apa yang ada di kantongnya. Ketika mengeluarkan apa yang ada di kantongnya, Cinta terkejut melihat beberapa lembr uang yang bukanlah miliknya. “ Pak, uang saya itu ada tandanya. Di ujung uang saya itu ada titik merah Pak…. Siapa tau saja salah satunya ada pada Cinta.” Lita menjelaskan tentang cirri-ciri uangnya yang hilang. “Coba bapak lihat uang kamu Cinta.” Pak Enjoy meminta uang yang ada di tangan Cinta untuk di periksa satu per satu. Pak Enjoy memeriksa semua uang yang ada di tangannya dan dia menemukan lima lembar uang seratus ribuan yang ada titik merah pada setiap uang tersebut. “Cinta, ini uang kamu?” Pak Enjoy menunjukkan lima lembar uang seratus ribuan tersebutkepada Cinta. “ Bukan Pak, uang itu bukan uang saya, tapi saya enggak tau kenapa uang itu ada pada saya?” Cinta menjawab pertanyaan Pak Enjoy dengan mata yang mulai berair. “Masa sih ada uang yang jalan sendiri?” Lita mencibirka bibirnya, mengejek Cinta. “Pak, saya benar-benar enggak ngambil uangnya lita Pak…. Saya….enggak tau, saya benar-benar enggak tau kenapa uang itu bisa ada di kantong saya….saya….enggak tau pak….” Suara Cinta terdengar serak dengan air mata yang tak mampu di bendung lagi yang akhirnya mengalir ke pipinya. “Benarkan, uang saya ada pada Cinta. Tega banget sih kamu Cin, uang ini kan uang kas kelas yang di suruh Bu Rina bawa hari ini. Okey, aku maafin kamu. Tapi Pak, Cinta di hokum sesuai peraturan yang berlaku di sekolah ini.” dengan berlagak sedih, Lita meminta Pak Enjoy untuk menghukum Cinta. “ Baiklah Cinta, karena perbuatan yang telah kamu lakukan ini sesuai dengan peratura sekolah, kamu di hokum membersihkan seluruh teras yang ada di sekolah ini.” dengan<span>  </span>tegasnya Pak Enjoy menjatuhkan hukuman kepada Cinta.</font></p>
<p style="text-indent:53.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Setelah mendengar keputusan Pak Enjoy, Cinta hanya bisa menangis tanpa mampu melawan meskipun dia tidak bersalah. Namun semua bukti menyatakan kalau memang Cintayang mengambil uang Lita, oleh karena itu Cinta hanya bisa melangkah menuju lemari untuk mengambil sapu sebagai alat Bantunya membersihkan seluruh teras yang ada di sekolahnya. Ketika Cinta membuka lemari untuk mengambil sapu, tiba-tiba….satu ember yang berisi tepung jatuh ke atas kepala Cinta yang membuat seluruh tubuhnya putih oleh tepung tersebut, sedangkan kepalanya tertutup oleh ember yang jatuh tepat di kepalanya. Cinta mengambil ember yang ada di atas kepalanya dan ketika dia membuka matanya, dia melihat sebuah kue ulanh tahun di depannya yang di iringi lagu selamat ulang tahun yang dinyanyikan secara bersama-sama oleh teman-temannya. Cinta tersenyum bahagia dan menabgis terharu, “Cinta…. Happy birth day ya…. Sorry ya Cin….tadi aku maki-maki kamu, maafin aku ya….ini semua rencana kita pengen ngsih sureprise buat kamu yang selalu murung biar enggak sedih lagi….” Lita meminta maaf kepada Cinta dan mereka pun berpelukan. “Iya Cin, semua itu kita lakukan untuk sureprise ini.” Linda membenarkan perkataan Lita. “Aku tadi sengaja numpahn pop ice ke naju kamu, dan nyuruh kamu ke toilet karena di toilet sudah siap Lita dan Chacha yang mau menjalankan tugasnya.” Linda melanjutkan penjelasannya. “Tapi, satu minggu ini?&#8230;” “Tenang aja kali Cin, kita semua memang sengaja enggak nyapa kamu satu minggi terakhir. Abis….kamu udah lebih satu minggu enggak pernah ngumpul-ngumpul bareng lagi ma kita. Jadi….kita balas dendam gitu….ceritanya….” lita memotong perkataan Cinta yang sudah dapat di tebak dan menjawabnya. “Makasih ya tema-teman….kalian baik….benget.” dengan tetes air mata bahagia Cinta berterima kasih atas perhatian teman-temannya yang mengingat hari ulang tahunnya, sementara dia sendiri tidak ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya. “Kalian pasti sayang banget sama aku.” Cinta dengan wajah gembira meyakini kalau teman-temannya sangat menyayanginya. “Ya iya lah Cin….kita semua itu sayang….banget sama Cinta.” secara serampak seisi kelas bersorak gembira. Cinta terlihat sangat bahagia, hati kecilnya berkata. “Papah pasti juga pengen ngasih sureprise. Aku janji, aku enggak bakalan pergi malam ini.”. </font></p>
<p style="text-indent:53.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Cinta merayakan ulang tahunnya dengan sangat gembira bersama teman-temannya. Potongan pertama kue ulang tahunnya dia berikan kepada Pak Enjoy yang waktu itu sengaja mengosongkan jam pelajarannya untuk merayakan hari ulang tahun Cinta yang dia anggap sangat penting untuk mengembalikan keceriaan Cinta. Di tengah ramanya suasana, tiba-tiba Hand Phone Cinta berbunyi. Kemudia Cinta menjawab panggilan yang masuk tersebut.”Hallo darling, how are you? Happy birth day to you, my honey….!” terdengar suara yang Cinta kenal dari orang yang menelponnya. “Aldi….? Hi, I’m fine. Inget aja loe hari ulanh tahun gue.” dengan tersenyum Cinta menyambut gembira pertanyaan sahabat karibnya tersebut. “Oh yeah, I don’t forget your birth day”.”Ca’elah, enggak usah pake bahasa inggris segala deh kalau masih belum bisa nyusun kata dengan benar. Emang loe di mana? Di Eropa?” Cinta tertawa kecil mendengar Aldi menggunakan bahasa inggris. “Bandung, aku lagi di Bandung….dia bilang di Eropa…. Bay the way kamu mau hadiah apa dari aku sayang….?” “Apa? Sayang? Sayang-sayang kepala loe peyang. Enggak ko, kalau kamu mau ngasih aku hadiah, aku Cuma pengen ngeliat kamu, ke sini dong….” dengan penuh senyum di wajahnya, Cinta meminta Aldi agar kembali ke Bogor. “Em….it’s okey, no problem. I will go to Bogor tomorrow morning. Do you feel happy?”. “Aduh….kayaknya kamu enggak pantes deh pake bahasa inggris, masih terdengar kurang meyakinkan. But, I feel happy. I feel happier than yesterday” sekali lagi Cinta mengatakan kekurangan Aldi dalam berbahasa inggris. “Idih….kamu tuh ya….bilangin orang gak ada pantes-pantesnya ngomong bahasa inggris, kamu sendiri bahasa inggrisnya acak-acakan gitu….” Aldi balik membalas mengejek Cinta. Apa? Ih….kamu tuh ya…” “tut-tut-tut-tut…” tiba-tiba Aldi memutuskan pembicaraannya karena dia tidak mau mendengar celotehab Cinta lagi. Aldi….Aldi….ih….siala….!” nampaknya Cinta kembali berceloteh riang seperti dulu. “Ya udah deh….aku pulang duluan ya temen-temen, kayaknya udah kesorean deh. Thank’s ya semuan aku seneng….banget hari ini.” “Iya Cin, sama-sama, Buat kami yang penting kamu balik kayak yang dulu lagi, yang ribet….dan cerewet itu loh….!” “ Terserah kalian deh….”. Akhirnya Cinta pulang dengan menggunakan mobil jemputannya yang telah lama menunggu.</font></p>
<p style="text-indent:53.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">“Bik….” sesampainya di rumah Cinta memanggil bik Yem, “Iya non, ada apa non?” Bik Yem segera mendatangi Cinta yang tengah duduk di depan TV di ruang tengah. “Em….ada yang mau bibik bilang enggak sama Cinta?” Cinta bertanya kepada bik Yem dengan tersenyum. “Em….apa ya non? Oh iya non, selamat ulang tahun ya non….aduh….bibik nyampe mau lupa non….” dengan tersenyum pula bik Yem mengucapkan selamat ulang tahun kepada Cinta. “Ya udah deh bik, makasih ya…. Dah bibik….” Cinta lalu masuk ke kamarnya.</font></p>
<p style="text-indent:53.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tidak terasa, malam telah tiba. Cinta menunggu ayahnya sambil nonton TV di ruang tengah. Ketika jam menunjukkan pukul 20.00 WIB. terdengar seseorang mengetuk pintu. Cinta berlari dengan gembira untuk membukaka pintu. “Papah….” Cinta langsung memeluk Hendra yang belum sempak masuk. “ Papah, ini siapa?” Cinta melepas pelukannya dari Hendra ketika melihat seorang wanita berdiri di samping Hendra. “Oh iya. Kenalin, init ante Sinta, calon mamah kamu lho….” Hendra menjawab pertanyaan Cinta dengan senyuman, “Mamah….? Jadi ini sureprisenya?” wajah Cinta terlihat tidak senang dengan perkataan ayahnya. “Kamu kok tau, kamu seneng kan?” “ Seneng apaan? Papah, belum satu tahun mamah meninggal, kenapa papah sudah nyari cewek lain. Pasyti kamu yang kegenitan ngegodain papah aku, iya kan?” dengan kasar Cinta menuduh Sinta. “Cinta….!” “Plas….!”Hendra menampar Cinta karena kata-kata kasarnya itu. “Papah, baru kali ini papah nampar Cinta, dan ini pasti gara-gara dia. Papah engak pernah sayang sama Cinta, ini adalah sureprise yang paling menakutkan di hari ulang tahun Cinta.” “Apa, kamu ulang tahun?” Hendra terkeju mendengar Cinta. Dia lupa akan hari ulang tahun anaknya. “Jadi….papah lupa sama ulang tahun Cinta? Pah, bik Yem aja ingat, kenapa papah enggak? Ini pasti gara-gara dia. Dasr cewek sialan!” Cinta mendorong Sinta sampai terjatuh. “Cinta, kamu benar-benar keterlaluan!” Hendra memarahi Cinta yang telah berlaku kasar kepada Sinta. “Sudah lah mas, mungkin Cinta enggak suka sama saya.” “Enggak, dia enggak boleh seperti itu. Dia harus belajar mencintai kamu karena kamu calon ibunya.” Hendra mebantu mebangunkan Sinta dari tempat dia terjatuh. “Papah, Cinta enggak suka sama dia!” “Kalau kamu enggak suka sama tante Sinta, lebih baik kamu pergi dari sini.” Hendra memarahi Cinta. “Baik, kalu gitu Cinta pergi!” Cinta berlari keluar meninggalkan ayahnya dan Sinta. Tba-tiba, “A………….” terdengar suara teriakan dari jalan. Tenyata Cinta di tabrak lari oleh sebuah mobil berwarna merah ketika hendak menyebrang jalan. </font></p>
<p style="text-indent:53.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">“Cinta?” Hendra teringat akan anaknya, ketika mendengar suara teriakan dari arah jalan. Hendra berlari menuju arah suara itu yang di buntuti oleh Sinta. “Cinta….. Cinta…. Cinta…..! Bangun sayang…..maafin papah nak….jangan tinggalin papah Cinta….!” Hendra menangis melihat anaknya yang bersimbah darah, yang kini telah tiada lagi bernyawa. “Maafin saya mas, semua ini karma saya….” Sinta pun ikut menangis karena merasa bersalah. </font></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">“Mamah…..cepetan jemput Cinta mah…!” kata-kata itu hanya tinggalah kenangan. Takkan ada lagi yang mengucapkan kata-kata itu, karena kini permintaannya telah terkabulkan. Jemput aku segera, mamah….! Dan mamah telah menjemputku.<span>         </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mtsnkumai.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mtsnkumai.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mtsnkumai.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mtsnkumai.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mtsnkumai.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mtsnkumai.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mtsnkumai.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mtsnkumai.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mtsnkumai.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mtsnkumai.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mtsnkumai.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mtsnkumai.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mtsnkumai.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mtsnkumai.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mtsnkumai.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mtsnkumai.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mtsnkumai.wordpress.com&amp;blog=1423010&amp;post=4&amp;subd=mtsnkumai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/10/01/jemput-aku-segera-mamah%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67586263af63f690aa552b90ac74be0c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">MTs Negeri Kumai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengantar</title>
		<link>http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/07/27/pengantar/</link>
		<comments>http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/07/27/pengantar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jul 2007 02:24:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mtsnkumai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/07/27/pengantar/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, Jumat, 27 Juli 2007, Blog MTS Negeri Kumai dibangun. Tujuannya adalah untuk memahirkan siswa dalam memanfaatkan teknologi informasi pada pelajaran TIK dan mempublikasikan karya siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia yang kedua-duanya saya pegang. Tentu saja karena waktunya awal tahun pelajaran, isi blog ini belum akan banyak berubah. Lain halnya jika sudah sekitar sepertiga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mtsnkumai.wordpress.com&amp;blog=1423010&amp;post=3&amp;subd=mtsnkumai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, Jumat, 27 Juli 2007, Blog MTS Negeri Kumai dibangun. Tujuannya adalah untuk memahirkan siswa dalam memanfaatkan teknologi informasi pada pelajaran TIK dan mempublikasikan karya siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia yang kedua-duanya saya pegang.<br />
Tentu saja karena waktunya awal tahun pelajaran, isi blog ini belum akan banyak berubah. Lain halnya jika sudah sekitar sepertiga perjalanan tahun pelajaran 2007/2008.<br />
Tidak lupa kritik dan saran serta komentar saya harapkan dari para pembaca, para bloging walker di mana saja berada. Kami memerlukan dukungankalian semua.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mtsnkumai.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mtsnkumai.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mtsnkumai.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mtsnkumai.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mtsnkumai.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mtsnkumai.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mtsnkumai.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mtsnkumai.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mtsnkumai.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mtsnkumai.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mtsnkumai.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mtsnkumai.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mtsnkumai.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mtsnkumai.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mtsnkumai.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mtsnkumai.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mtsnkumai.wordpress.com&amp;blog=1423010&amp;post=3&amp;subd=mtsnkumai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/07/27/pengantar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67586263af63f690aa552b90ac74be0c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">MTs Negeri Kumai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/07/27/hello-world/</link>
		<comments>http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/07/27/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jul 2007 02:19:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mtsnkumai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mtsnkumai.wordpress.com&amp;blog=1423010&amp;post=1&amp;subd=mtsnkumai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mtsnkumai.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mtsnkumai.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mtsnkumai.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mtsnkumai.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mtsnkumai.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mtsnkumai.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mtsnkumai.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mtsnkumai.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mtsnkumai.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mtsnkumai.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mtsnkumai.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mtsnkumai.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mtsnkumai.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mtsnkumai.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mtsnkumai.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mtsnkumai.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mtsnkumai.wordpress.com&amp;blog=1423010&amp;post=1&amp;subd=mtsnkumai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mtsnkumai.wordpress.com/2007/07/27/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67586263af63f690aa552b90ac74be0c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">MTs Negeri Kumai</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
